Saturday, November 30, 2013

Telematika (Bab 1,2 & 3)

1. Definisi Telematika
—Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.
—Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

— —Telematika itu sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi.
—Satu contoh telematika yaitu internet.

Perkembangan Telematika (Kaitannya dengan Komputer)
—E-government : E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberikan pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
—E-commerce : Prinsip ecommerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Dengan e-commerce, penjual atau perusahaan dagang dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberikan pelayanan proses transaksi sekaligus lebih mudah dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
—E-learning : Dihadirkan dengan maksud untuk proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik, khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan telematika. Prinsip dari e-learning ini adalah sebagai penghubung seorang pengajar dan pembelajar secara online.
Tren Kedepan Telematika
—Kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat.


2. Arsitektur Telematika
Definisi Arsitektur
Menurut kamus istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya. Tiga elemen utama sebuah arsitektur, masing-masing sering dianggap sebagai arsitektur, adalah:
—Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.
—Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
—Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.

Arsitektur Client Server
—CLIENT-SERVER merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server. Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end.
—Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut.
—RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client server dapat dibedakan menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.


Client/Server (two tier)
—Two Tier Client Server - Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
—Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
—Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu : User Interface(Client), Manajemen Proses (Jaringan) dan Database(server).

Three-Tier / Multi-Tier
—Three Tier Client Server - Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu : Layanan presentasi (tingkat client) , Layanan bisnis (tingkat menengah) dan Layanan data (tingkat sumber data)
—Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server.
—Banayak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser.



3. Layanan InformasiTelematika

Jenis Layanan Telematika
—Layanan Telematika dibidang Informasi
—Layanan Telematika dibidang Keamanan
—Layanan Context Aware dan Event-Based
—Layanan Perbaikan Sumber

Layanan Telematika
dibidang Informasi
—Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
—Teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. 
—Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet.

Layanan Telematika
dibidang Keamanan
—Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya.
—Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.

Layanan Telematika
Context
Aware dan Event-Based
—Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
—Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Layanan Telematika
Perbaikan Sumber
—Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
—Analogi Layanan Perbaikan sumber   (Resource Discovery Service) dapat kita bandingkan dengan sistem kerja pada Yellow page services. Istilah Yellow Pages mengacu pada buku petunjuk telepon dari bisnis, dikategorikan sesuai dengan produk atau layanan yang disediakan. Seperti namanya, direktori tersebut awalnya dicetak pada kertas kuning, sebagai lawan dari halaman putih non-komersial listing. Istilah tradisional Yellow Pages kini juga diterapkan pada direktori online bisnis. Dengan Yellow page kita bisa mencari nomer-nomer telepon yang berkaitan dengan sesuatu yang sedang kita cari. Hal tersebut merupakan analogi dari layanan perbaikan sumber.

sumber : yudhayogasara@staff.gunadarma.ac.id

Thursday, November 7, 2013

PENGANTAR TELEMATIKA (4w+1H)

What 
Telematika Adalah?
Kata telematika berasal dari kata dalam Perancis yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan alin Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Telematika adalah saran komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik yang memiliki kemampuannya menstransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara (telepon, musik), huruf, gambar, dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal itu tersebut terjadi juga jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet). Maka dapat disimpulkan telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh yang menyampikan informasi satu arah, maupun timbal balik dengan sistem digital. Menurut Wikipedia, Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.


Who
bidang apa saja yang dapat menggunakan telematika?
Pada Belakangan  ini  disadari  bahwa  penggunaan  sistem  komputer  dan  sistem  komunikasi 
ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika 
kemudian  merujuk  pada  perkembangan  konvergensi  antara  teknologi  Telekomunikasi, 
Media  dan  Informatika  yang  semula  masing-masign  berkembang  secara  terpisah.  Serta 
banyak bidang/Sistem yang memanfaatkan telematika antara lain : 
-Telekomunikasi, 
-Pengolahan data, 
-Jaringan kendali sistem tenaga listrik 
-Armada transportasi 

-Pendukung administrasi pemerintahan dan layanan sosial, dan lain – lain 

When 
kapan telematika sudah dipergunakan?
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus  menempatkannya  pada  situasi  krisis  jati  diri.  Krisis  ini  terjadi  karena  Indonesia sebagai  sebuah  negara  belum  memiliki  perangkat  sosial,  hukum,  dan  tradisi  yang  mapan.
Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya  pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an  dan  60-an.  Di  awal  70-an,  ketika  kepemimpinan soeharto,  orientasi  pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses –  proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam  latar  belakang  sosial  demikianlah  telekomunikasi  dan  informasi,  mulai  dari radio, telegrap, dan telepon, televisi, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia  tampil  dan  berkembang  di  Indonesia.  Perkembangan  telematika  penulis  dibagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

Where
Dimana Telematika Dapat digunakan?
1. E-goverment
E-goverment  dihadirkan  dengan  maksud  untuk  administrasi  pemerintahan  secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badanyang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan  pendayagunaan  teknologi  telematika  di  Indonesia,  serta  memfasilitasi  dan  memantau pelaksanaannya[15].
Tim  tersebut  memiliki  beberapa  terget.  Salah  satu  targetnya  adalah  pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah  dapat  menjalankan  fungsinya  melalui  sarana  internet  yang  tujuannya  adalah memberi  pelayanan  kepada  publik  secara  transparan  sekaligus  lebih  mudah,  dan  dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment  juga  dimaksudkan  untuk  peningkatan  interaksi,  tidak  hanya  antara pemerintah  dan  masyarakat,  tetapi  juga  antar  sesama unsur  pemerintah  dalam  lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam  e-goverment,  antara  lain  adalah  profil  wilayah  atau  instansi,  data  statistik,  surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce
Prinsip  e-commerce  tetap  pada  transaksi  jual  beli.  Semua  proses  transaksi perdagangan
dilakukan  secara  elektronik.  Mulai  dari  memasang  iklan  pada  berbagai  situs  atau  web,
membuat  pesanan  atau  kontrak,  mentransfer  uang,  mengirim  dokumen,  samapi  membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut  regulasi,  pengiriman  perangkat  lunak  (soft  ware),  erbankan,  perpajakan,  dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain,yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik,kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan  transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri), bahkan membeli pulsa.

3. E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap  muka  yang  konvensional  ke  arah  pendidikan  yang  lebih  terbuka.  Di  Indonesia  sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar  jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan  tersebut  dapat  dimungkinkan  dengan  adanya teknologi  telematika,  yang dapat  menghubungkan  guru  dengan  muridnya,  dan  mahasiswa  dengan  dosennya.  Melihat hasil  perolehan  belajar  berupa  nilai  secara  online, mengecek  jadwal  kuliah,  dan  mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan  web  kampus  atau  sekolagh  termasuk  cukup  sentral  dalam  kegiatan pembelajaran  ini.  Selain  itu,  web  bernuansa  pendidikan  non-institusi,  perpustakaan  online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning  dapat  diakses  oleh  siapapun  yang  memerlukan  tanpa  pandang  faktor  jenis  usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir  seluruh  kampus  di  Indonesia,  dan  beberapa  Sekolah  Menegah  Atas  (SMA),  telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet  yang  dikenal  sebagai  Sistem  Administrasi  Sekolah (SAS)  DKI,  dan  ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk  telematika  lainnya  masih  banyak  lagi,  antara lain  ada  e-medicine,  elaboratory,  e-  technology,  e-research,  dan  ribuan  situs  yang  memberikan  informasi  sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah  GPS  (Global  Position  System),  atau  sejenisnya seperti  GLONAS  dan  GALILEO, Google  Earth, 3G,  dan kini  4G,  kompas  digital,  sitem navigasi  digital untuk  angkutan laut dan udara, serta teleconference.

How
Bagaimana Telematika Diterapkan?
Dalam hal komersil atau pun perdagangan, telematika menghadirkan konsep e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM, bahkan membeli pulsa.
Contoh lain Ragam bentuk dari telematika yang sering kita pakai di dunia perkuliahan adalah e-learning. Universitas Gunadarma yang merupakan Universitas IT terkemuka di Jakarta pun juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan media e-Learning. Setiap mahasiswa diberi kemudahan dalam mengikuti perkuliahan jarak jauh mata kuliah tertentu tanpa harus on-site di kampus.



sumber:



Sunday, April 21, 2013

Metode Ilmiah


Metode Ilmiah “Pengertian, Karakteristik, dan Langkah-langkahnya”


Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
   1.      Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
   2.      Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
   3.      Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
   4.      Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.
Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

Prediksi dari hipotesis
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.

Eksperimen
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut.
Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis.Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

KARAKTERISTIK METODE ILMIAH
-           Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
-           Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
-          Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
-          Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
-          Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
-           
LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH
      1.      Masalah: berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan. Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.
     2.   Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.
      3.      Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
  4.  Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.
     5.      Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
    6.      Mengumpulkan dan menganalisis data: Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif.
      7.     Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.

Nama            : Satrio Adhy baskoro
NPM             : 16110409
Kelas             : 3KA29
Sumber :

Saturday, February 2, 2013

Teori Penulisan Ilmiah



I.                    Daftar Isi
II.                  Kata Pengantar
è Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

III.                Abstrak (Rangkuman/Inti sari)
è Ringkasan (summary) berisi singkatan pokok) Ringkasan atau Abstrak pokok informasi makalah penelitian ilmiah.
è Ringkasan menonjolkan penemuan yang utama serta kesimpulannya saja.
è Ringkasan ditujukan kepada pembaca yang telah membaca seluruh makalah ilmiah tersebut.
è Abstrak (abstract) berisi hampir seluruh informasi dari setiap unsur dalam makalah ilmiah; harus berisi judul berisi judul  nama penulis  dst  sampai dengan, nama penulis, dst. sampai dengan kesimpulan.
è Abstrak ditulis secara singkat dalam batas 200-300 kata saja.
è Di bawah abstrak biasanya dicantumkan ‘key indexing word’ atau ‘key word’, atau kata kunci yaitu kata-kata penting dan paling menonjol dalam makalah ilmiah.

IV.                Pendahuluan
è Pendahuluan di dalam makalah ilmiah merupakan jantung, karena berisi seluruh ide dan inti  pemikiran mengapa dan apa yang diharapkan dalam penelitian. Di dalamnya terdapat pula : permasalahan, latar belakang tinjauan kepustakaan hipotesis dan tujuan penelitia tujuan penelitia  dsb , dsb. Pendahuluan dibuat ringkas, jelas dan logis serta menurut sistematis yang cermat

1.1 Latar Belakang Masalah
Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis. Setiap peraturan dan perundang-undangan yang dikutip tidak ada catatan kaki, sedangkan pendapat para ahli, berita melalui media massa harus disertai catatan kaki.

1.2  Perumusan Masalah
Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas, diakhir pertanyaan harus memberikan tanda tanya (?).

1.3  Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan Penulisan: Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.
b. Manfaat Penulisan: Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1.4   Sistematika penulisan
Tempat dan waktu: jelaskan tempat/lokasi observasi dengan menyebutkan nama perusahaan serta alamatnya, kemudian sebutkan waktu observasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing program studi.


V.                  Tinjauan pustaka/Landasan Teori
è Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

Isi dari tinjauan pustaka :

1.       Pengertian Daftar pustaka

Daftar pustaka ialah suatu daftar yang terperinci dan sistematis dari pada semua literatur yang oleh penulis telah dipergunakan untuk menulis karya ilmiahnya, baik dipergunakan secara langsung (ada bagian yang dikutip) maupun tidak langsung (dibaca sebagai bahan perbandingan). Jadi daftar pustaka itu berupa dan berisi sumber-sumber bacaan yang dipergunakan untuk menyusun karya ilmiah (baik langsung maupun tidak langsung).

2.       Penulisan Daftar Pustaka

-     Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
-     Ditulis menurut kutipan-kutipan
-     Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
-     Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
-     Gelar tidak perlu disebutkan.
-     Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
-     Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
-     Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
-     Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000
Contoh :

Buku :
[1].Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 6th ed., Addison Willey Publishing Wesley Company, Inc., Reading Massachusetts, 2000.

Anonim :
[1].Anonim, Sistem Pemerintahan di Indonesia, cetakan pertama, PT. Gunung Agung, Jakarta 1983.

Majalah / Jurnal :
[1].Cattell R.G.G. and Skeen.J. “Object Operation Benchmark”. ACM Trans. Database Systems, 17, 1992, pp. 1 - 31.
(Jika ada, nama dan kota penerbit dapat dicantumkan di antara volume dan halaman, nama jurnal digarisbawah / tebal / miring).

Lebih dari tiga penulis :
[1] Stoica, I, et all., “A Proportional Share Resource Allocation Algorithm for Real-Time, Time-Shared Systems”, In Proceedings Real-Time Systems Symposium, IEEE Comp. Press, Desember, 1996, hlm. 288 - 299.

Artikel :
[1] N.L. Owsley, “Sonar array processing”, in Array Signal Processing, S. Haykin, Ed.,
Englewood Cliffs, NJ:Prentice_Hall, 1985, ch. 3,pp.115-193.

Internet :
[1] Galagher, P.R.Jr., “A guide to understanding audit in trusted system”,
Atau



3.       Cara merujuk
Merujuk merupakan cara yang spesifik untuk menyebutkan sumber informasi atau pustaka yang digunakan dalam penulisan ilmiah. Teori, ide, pernyataan, data, gambar, dan properti intelektual lainnya – baik yang dipublikasikan maupun yang tidak -- yang dikutip dalam penulisan ilmiah harus disebutkan sumbernya. Merujuk dilakukan untuk menghindari plagiarisme, menghargai hasil karya orang lain, memudahkan pembaca untuk mengklarifikasi isi yang dikutip maupun untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari sumber aslinya.

ð  Membuat Rujukan dalam Teks

Untuk merujuk informasi dalam naskah gunakan hanya nama (surname) pengarang diikuti tahun publikasi. Nama yang ditulis adalah nama keluarga. Di beberapa budaya yang tidak biasa menggunakan nama keluarga, yang ditulis tetap nama belakang. Jika nama pengarang hanya terdiri atas satu kata, maka ditulis apa adanya.

Winarno (1995) menyatakan bahwa pemanasan tidak mempengaruhi kadar serat.
atau
Pemanasan tidak mempengaruhi kadar serat (Winarno,1995).

Jika mengutip langsung dari sumber lain, tambahkan tanda petik dan dicantumkan halamannya:

Muhilal (1971, p. 245) menyatakan bahwa "data tersebut perlu diklarifikasi".
atau
"Data tersebut perlu diklarifikasi" (Muhilal 1971, pp. 245-6).

Sumber tanpa pengarang

Jika sumber yang digunakan tidak ada pengarangnya (anonymous), lakukan sitasi dengan mengambil beberapa kata dari sumber tersebut (biasanya judul, ditulis miring) diikuti tahun publikasi.

Penyimpanan roti seharusnya dilakukan di ruangan beku (Teknologi Penyimpanan Dingin, 1990).

Pengarang lebih dari satu

……………… (Larsen dan Green, 1987)

……………… (Larsen, Green dan Withers, 1987)
Larsen dan Green (1987) menyatakan....
Larsen, Green dan Withers (1987) menunjukkan....

Pengarang lebih dari tiga

Jika jumlah pengarang lebih dari tiga, tulis hanya nama (surname) pengarang pertama diikuti kata "dkk" (translasi dari 'et al.). Contoh, tulisan oleh Larsen, Green, Withers
and Gonzales ditulis:

Larsen dkk. (1987) menyebutkan....
....... merupakan salah satu contoh (Larsen dkk., 1987).

Lebih dari satu rujukan
Rujukan lebih dari satu oleh dua pengarang atau lebih ditunjukkan oleh titik koma (;)

…………… (Hadi, 2000; Nabila, 1997).

Sumber sekunder
Tuliskan pengarang yang merujuk tulisan orang lain tersebut, sementara itu nama pengarang asli tetap dicantumkan.

………….. Aminah (dalam Prijadi 1995).

VI.                Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.



Sumber :
-          e-book gunadarma
-          e-book unj
-          e-book bambang suryawan