Thursday, November 7, 2013

PENGANTAR TELEMATIKA (4w+1H)

What 
Telematika Adalah?
Kata telematika berasal dari kata dalam Perancis yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan alin Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Telematika adalah saran komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik yang memiliki kemampuannya menstransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara (telepon, musik), huruf, gambar, dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal itu tersebut terjadi juga jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet). Maka dapat disimpulkan telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh yang menyampikan informasi satu arah, maupun timbal balik dengan sistem digital. Menurut Wikipedia, Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.


Who
bidang apa saja yang dapat menggunakan telematika?
Pada Belakangan  ini  disadari  bahwa  penggunaan  sistem  komputer  dan  sistem  komunikasi 
ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika 
kemudian  merujuk  pada  perkembangan  konvergensi  antara  teknologi  Telekomunikasi, 
Media  dan  Informatika  yang  semula  masing-masign  berkembang  secara  terpisah.  Serta 
banyak bidang/Sistem yang memanfaatkan telematika antara lain : 
-Telekomunikasi, 
-Pengolahan data, 
-Jaringan kendali sistem tenaga listrik 
-Armada transportasi 

-Pendukung administrasi pemerintahan dan layanan sosial, dan lain – lain 

When 
kapan telematika sudah dipergunakan?
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus  menempatkannya  pada  situasi  krisis  jati  diri.  Krisis  ini  terjadi  karena  Indonesia sebagai  sebuah  negara  belum  memiliki  perangkat  sosial,  hukum,  dan  tradisi  yang  mapan.
Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya  pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an  dan  60-an.  Di  awal  70-an,  ketika  kepemimpinan soeharto,  orientasi  pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses –  proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam  latar  belakang  sosial  demikianlah  telekomunikasi  dan  informasi,  mulai  dari radio, telegrap, dan telepon, televisi, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia  tampil  dan  berkembang  di  Indonesia.  Perkembangan  telematika  penulis  dibagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

Where
Dimana Telematika Dapat digunakan?
1. E-goverment
E-goverment  dihadirkan  dengan  maksud  untuk  administrasi  pemerintahan  secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badanyang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan  pendayagunaan  teknologi  telematika  di  Indonesia,  serta  memfasilitasi  dan  memantau pelaksanaannya[15].
Tim  tersebut  memiliki  beberapa  terget.  Salah  satu  targetnya  adalah  pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah  dapat  menjalankan  fungsinya  melalui  sarana  internet  yang  tujuannya  adalah memberi  pelayanan  kepada  publik  secara  transparan  sekaligus  lebih  mudah,  dan  dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment  juga  dimaksudkan  untuk  peningkatan  interaksi,  tidak  hanya  antara pemerintah  dan  masyarakat,  tetapi  juga  antar  sesama unsur  pemerintah  dalam  lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam  e-goverment,  antara  lain  adalah  profil  wilayah  atau  instansi,  data  statistik,  surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2. E-commerce
Prinsip  e-commerce  tetap  pada  transaksi  jual  beli.  Semua  proses  transaksi perdagangan
dilakukan  secara  elektronik.  Mulai  dari  memasang  iklan  pada  berbagai  situs  atau  web,
membuat  pesanan  atau  kontrak,  mentransfer  uang,  mengirim  dokumen,  samapi  membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut  regulasi,  pengiriman  perangkat  lunak  (soft  ware),  erbankan,  perpajakan,  dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain,yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik,kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan  transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri), bahkan membeli pulsa.

3. E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap  muka  yang  konvensional  ke  arah  pendidikan  yang  lebih  terbuka.  Di  Indonesia  sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar  jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.
Kenyataan  tersebut  dapat  dimungkinkan  dengan  adanya teknologi  telematika,  yang dapat  menghubungkan  guru  dengan  muridnya,  dan  mahasiswa  dengan  dosennya.  Melihat hasil  perolehan  belajar  berupa  nilai  secara  online, mengecek  jadwal  kuliah,  dan  mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan  web  kampus  atau  sekolagh  termasuk  cukup  sentral  dalam  kegiatan pembelajaran  ini.  Selain  itu,  web  bernuansa  pendidikan  non-institusi,  perpustakaan  online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning  dapat  diakses  oleh  siapapun  yang  memerlukan  tanpa  pandang  faktor  jenis  usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir  seluruh  kampus  di  Indonesia,  dan  beberapa  Sekolah  Menegah  Atas  (SMA),  telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet  yang  dikenal  sebagai  Sistem  Administrasi  Sekolah (SAS)  DKI,  dan  ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk  telematika  lainnya  masih  banyak  lagi,  antara lain  ada  e-medicine,  elaboratory,  e-  technology,  e-research,  dan  ribuan  situs  yang  memberikan  informasi  sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah  GPS  (Global  Position  System),  atau  sejenisnya seperti  GLONAS  dan  GALILEO, Google  Earth, 3G,  dan kini  4G,  kompas  digital,  sitem navigasi  digital untuk  angkutan laut dan udara, serta teleconference.

How
Bagaimana Telematika Diterapkan?
Dalam hal komersil atau pun perdagangan, telematika menghadirkan konsep e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM, bahkan membeli pulsa.
Contoh lain Ragam bentuk dari telematika yang sering kita pakai di dunia perkuliahan adalah e-learning. Universitas Gunadarma yang merupakan Universitas IT terkemuka di Jakarta pun juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan media e-Learning. Setiap mahasiswa diberi kemudahan dalam mengikuti perkuliahan jarak jauh mata kuliah tertentu tanpa harus on-site di kampus.



sumber:



No comments:

Post a Comment